Sejarah ISO-OSI

ISO (International Organization for Standardization) adalah pembuat dan penerbit standard internasional terbesar di dunia. dan didirikan tanggal 23 februari 1947 (wah sekarang tanggal 22 februari 2009, besok ulang tahun yang ke 62 tuh)

ISO adalah jaringan institut standarisasi nasional yang beranggotakan lebih dari 160 negara yang berkantor pusat di Genewa, Swiss.

ISO bukan merupakan badan pemerintahan namun sebagai sarana menjembatani antara publik dan sektor pribadi. oleh karena itu, ISO mendapat persetujuan umum untuk mencapai solusi untuk kebutuhan bisnis bahkan untuk masyarakat luas.

untuk nama ISO sendiri di negara-negara yang berbeda bahasa selain bahasa inggris maka berbeda pula singkatannya, misalkan di Inggris dikenal sebagai “IOS” (International Organization for Standardization) maka di perancis adalah “OIN” (Organisation internationale de normalisation), biar di negara lain beda-beda tapi artinya sama aja, maka orang-orang itu sepakat ambil kata “ISO” yang diambil dari bahasa yunani “isos” yang artinya “sama”. jadi mau dimana negaranya, mau beda bahasanya, organisasi ini tetep disebut ISO

OSI sendiri adalah singkatan dari Open Systems Interconnection jadi OSI 7 layers adalah 7 lapis sistem interkoneksi terbuka, sekilas cerita jaman dulu sistem jaringan komputer itu katanya bergantung banget sama yang namanya vendor (perusahaan dagang), tiap-tiap perusahaan dagang tersebut mengeluarkan standard-nya masing-masing yang tentunya berbeda dari perusahaan lain. dalam suatu jaringan komputer yang besar biasanya terdapat banyak protokol (protokol: adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer; sumber wikipedia) jaringan yang berbeda. dikarenakan berbeda maka membuat banyak perangkat tidak bisa saling berkomunikasi, maka dari itu deh ISO tadi tuh inisiatip untuk membuat suatu standarisasi yang namanya kaya judul posting.

7 layers open systems interconnection

(7 Application layer)
Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS.

(6 Presentation layer)
Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam Windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protocol (RDP)).

(5 Session layer)
Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.

(4 Transport layer)
Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di tengah jalan.

(3 Network layer)
Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3.

(2 Data-link layer)
Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).

(1 Physical layer)
Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.

perbandingan antara TCP/ IP dengan OSI
TCP/IP (singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet Protocol) adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. terus apa bedanya donk sama OSI? sebelum dijawab, kita cari tau dulu apa itu TCP/ IP selain singkatannya yang ada di atas tadi.

TCP/IP merupakan sebuah standar jaringan terbuka yang bersifat independen terhadap mekanisme transport jaringan fisik yang digunakan, sehingga dapat digunakan di mana saja. Protokol ini menggunakan skema pengalamatan yang sederhana yang disebut sebagai alamat IP (IP Address) yang mengizinkan hingga beberapa ratus juta komputer untuk dapat saling berhubungan satu sama lainnya di Internet.

dan ternyata TCP/ IP juga ada layer-layer nya, TCP/ IP terbagi atas 4 layers yaitu Link layer, Network Layer, Transport Layer,Application Layer. Ada juga yang membagi menjadi 5 layer dimana Link layer dibagi menjadi phisics layer dan data link layer.

dikutip dari : http://mafiasunda.wordpress.com/2009/02/22/iso-osi-7-layers/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: